Simulator Xilinx Pada Perancangan Counter Yang Mengulang Sekuens
Senin, 03 Maret 2014
Posted by Fadhlan Ruchiatna
Xilink ( Xilink Foundation Series) adalah suatu perangkat lunak yang berguna
untuk merancang dan mensimulasikan suatu rangkaian digital. Dengan menggunakan
Xilink proses perancangan suatu alat atau
rangkaian digital melalui proses simulasi rangkaian yang telah dirancang
untuk melihat apakah rancangan yang telah dibuat sudah benar atau masih
mengandung kesalahan.
Proses
perancangan menggunakan simulator Xilinx secara umum dapat dibagi menjadi 3
bagian yaitu pertama perancangan rangkaian, kemudian verifikasi hasil rancangan
dan proses yang ketiga implementasi rancangan.
Perancangan rangkaian pada dasarnya
terdiri dari 2 mode yaitu schematic dan Hardware Description Language (HDL). HDL
merupakan bahasa pemrograman seperti VHDL, Verilog dan ABEL. Pada Schematic
flow mode dimungkinkan untuk merancang rangkaian yang terdiri dari top-level
schematic atau file top-level ABEL, yang terdiri dari schematic diagram, state
machine macro, macro HDL (ABEL, VHDL
atau Verilog), LogiBLOX, Modul generator CORE.
Implementasi rancangan pada xilinx
dengan meng-compile file rancangan menjadi file konfigurasi yang telah
dioptimalisasi dari penggunaan gerbang logika dan interkoneksi (wiring) antar
komponen. Kedua peralatan tersebut juga
dapat diprogram dalam sistem dengan menghubungkan JTAG atau kabel
Xchecker ke peralatan pin yang telah di
program.
Verifikasi rancangan termasuk
didalamnya functional simulation,
testing rangkaian, dan timing simulation. Functional simulation
dapat dilakukan setelah menggambar rancangan pada schematic editor untuk
memverifikasi kebenaran rangkaian. Akan tetapi
functional simulation tidak
menyediakan timing information seperti delay, race condition, set-up dan hold-time violations. Informasi ini
diperoleh dari static timing simulator dan dilakukan setelah rancangan
di-compile.
Dalam Artikel ini, kita akan membahas Proses
perancangan Counter yang mengulang sekuens.
Counter Digital merupakan rangkaian
logika pengurut, karena counter membutuhkan karakteristik memori, dan
pewaktu memegang peranan yang penting. Counter dapat digunakan untuk menghitung
banyaknya clock-pulsa dalam waktu yang
tersedia (pengukuran frekuensi), Counter
juga dapat digunakan untuk membagi frekuensi dan menyimpan data.
Proses perancangan Counter yang
mengulang sekuens : 0, 1, 2, 3, 4, 5 . .
. . . . menggunakan simulator Xilinx
secara umum terbagi atas 6 cara, yaitu:
Langkah
1 : Membuat state diagram :
Langkah
2 : menentukan tabel kebenaran berdasarkan state diagram diatas
Langkah
3 : memetakan tabel kebenaran ke dalam peta karnaugh
Langkah
4 : menggambarkan persamaan rangkaian digital pada schematic editor
Langkah
5 : simulasi hasil rangkaian
Langkah
6 : analisa hasil rangkaian
Dari
gambar pada langka 5 dapat dilihat bahwa
counter yang telah dirancang dengan benar karena outputnya berupa sekuens
: 0, 1, 2, 3, 4, 5
Ekspresi dan Operator dalam Algoritma dan Struktur Data
Minggu, 02 Maret 2014
Posted by Fadhlan Ruchiatna
EKSPRESI
Ekspresi adalah transformasi nilai menjadi keluaran
yang dilakukan melalui suatu perhitungan (komputasi). Ekspresi terdiri atas
operand dan operator, contoh ekspresi: “a + b”.Hasil Evaluasi dari sebuah
Ekpresi adalah nilai yang sesuai dengan type operand yang dipakai
MACAM – MACAM EKPRESI
Ø Ekspresi aritmatika Ekspresi yang baik operand-nya bertipe numerik dan hasilnya juga bertipe numerik.
·
Ekspresi
aritmatika memakai operator aritmatika.
Pada ekspresi aritmetik terdapat 2 buah operator yaitu :
·
Operator biner, yaitu ekspresi yang operatornya membutuhkan 2
buah operand. Contoh a + b
·
Operator Uner, yaitu “-” atau operator yang punya 1 operand
contoh “-2”
Contoh 2. (Penulisan ekspresi
dengan notasi algoritma)
T = 5/9 * (c + 32)
Z = (2*x + y) / (5 * w)
Y = 5((a+b) / (c*d) + m (p +
q))
Ø Ekspresi Perbandingan/
Relasional
Ekspresi relasional adalah ekspresi dengan operator <, ≤,
>, ≥, =, dan ≠, not, and, or dan xor dengan menghasilkan nilai bertipe
boolean (true atau false). Biasanya ekspresi Relasional disebut ekspresi
boolean.
Ø Ekspresi Logika (Menggunakan
Operator Boolean)
sebuah perintah yang akan mengeksekusi suatu perintah apabila
kondisi tertentu terpenuhi.
Operator boolean digunakan untuk menghubungkan dua buah
ekspresi logika. Pada kesempatan ini operator boolean yang akan dibahas adalah
AND dan OR.
Operator AND digunakan untuk
menghubungkan dua buah ekspresi logika dan hasilnya TRUE jika kedua ekspresi
tersebut bernilai TRUE.
Logika I
|
Operator
Boolean
|
Lgika II
|
Hasil Akhir
|
FALSE
|
FALSE
|
FALSE
|
|
FALSE
|
AND
|
TRUE
|
FALSE
|
TRUE
|
FALSE
|
FALSE
|
|
TRUE
|
TRUE
|
TRUE
|
Operator
OR dipergunakan untuk menghubungkan dua buah ekspresi logika dan hasilnya
bernilai TRUE jika minimal salah satu ekspresi logika bernilai TRUE.
Logika I
|
Operator
Boolean
|
Lgika II
|
Hasil Akhir
|
FALSE
|
FALSE
|
FALSE
|
|
FALSE
|
OR
|
TRUE
|
TRUE
|
TRUE
|
FALSE
|
TRUE
|
|
TRUE
|
TRUE
|
TRUE
|
|
Contoh01
1. Program
PenerimaanPegawai;
2. Uses
Crt;
3. Var
Umur : Integer;
4. Ket :
String;
5. Begin
6. ClrScr;
7. Write(‘Umur
calon pegawai : ‘); Readln(Umur);
8. If
(Umur >= 20) AND (Umur <= 30) THEN Ket:=’DITERIMA’
9. ELSE
Ket:=’DITOLAK’;
10. Writeln(‘Status
pegawai : ‘,Ket);
11. End.
OPERATOR
Operator adalah
simbol-simbol khusus yang digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data .
Ø Operator
Aritmatika
Digunakan untuk mengoperasikan data-data numerik,
seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll. Dalam proses
aritmatika tersebut, pengerjaan operasi tergantung dari tingkat valensi
operator-operator yang terlibat. Perpangkatan memiliki valensi tertinggi,
kemudian dilanjutkan dengan perkalian, pembagian, pembagian bulat dan sisa
pembagian, sedangkan penjumlahan dan pengurangan mempunyai valensi yang
terendah.
^
: Pangkat
*
: Perkalian
/
: Pembagian real
\
: Pembagian integer
+
: Penjumlahan
-
: Pengurangan
Ø Operator
Relasi
Digunakan untuk mewakili
sebuah nilai logika (nilai boolean), dari suatu persamaan atau nilai.
Operator-operator
yang terlibat adalah :
=
: sama dengan
>
: lebih besar
<
: lebih kecil
<>
: tidak sama dengan
>=
: lebih besar atau sama dengan
<=
: kurang atau sama dengan
Ø Operator Boolean
Operator yang menyatakan suatu
kondisi tertentu.
Macam
dari operator boolean ini adalah:
1.
OR --> Prinsip kerja aliran listrik Paralel
2.
AND --> Prinsip kerja aliran listrik Seri
Ø precendence:
·
menentukan urutan operasi dari operator-operator dalam
ekspresi majemuk.
·
operator dgn tingkat hirarki lebih tinggi akan diproses
terlebih dahulu.
Ø Asosiatif:
·
urutan operasi jika operatornya setara.
Ø Operator logika:
·
True:jika tipe integer
bernilai tidak nol(#0)
·
False jika tipe integer bernilai nol(0)
Ø LAMBANG-LAMBANG:
Perioritas
|
Operator
|
Keterangan
|
I
|
()
|
Tanda kurung
|
II
|
++ --
|
Increment, Decrement
|
III
|
*
/ %
|
Kali, bagi dan sisa
|
IV
|
+
-
|
Tambah dan kurang
|
V
|
=
+= -= *=
/= %=
|
Operator pemberi nilai aritmatika
|
VI
|
!
|
|
VII
|
< >
<= >=
|
Operator relasional
|
VIII
|
&& ||
|
Operator logika DAN dan ATAU
|
http://uts-sumbawa.ac.id/
http://widiartaimade.blogspot.com